Dalam kehidupan seringkali kita menjumpai kejutan-kejutan dalam hidup kita. Ada peristiwa yang membuat kita bahagia sampai rasanya ingin melompat-lompat kegirangan, tetapi ada juga peristiwa yang membuat kita sedih sampai rasanya langit runtuh, atau bahkan peristiwa yang membuat kita gemetar ketakutan. Warna-warni kehidupan ini selalu mengejutkan dan tidak dapat ditebak. Saat menghadapi hari esok yang penuh ketidakpastian dan masalah, kita seringkali kuatir, bimbang dan kebingungan, seolah-olah kita terjebak dalam labirin raksasa tanpa peta, kompas dan penanda jalan dan bahkan sering menjumpai jalan buntu. Begitu banyak pilihan yang harus kita ambil agar bisa menemukan jalan keluar dari masalah kehidupan.Tidak jarang kita tersesat entah karena salah mengambil belokan sehingga kita berputar-putar di tempat yang sama. Saat kita tersesat dan tak tahu arah, apa yang kita lakukan? Menangis dan menyalahkan keadaan? Atau mungkin berusaha sendiri mencari jalan keluar? Atau bahkan mengutuk dan marah kepada Tuhan?
Seringkali kita lupa kalau dalam labirin besar itu Tuhan selalu berdiri di samping kita, berjalan bersama kita, mendampingi dan menjaga kita. Kita seringkali lupa kalau cara terbaik untuk menemukan jalan keluar ialah berserah pada Tuhan dan membiarkan Yesus sendiri yang menuntun kita. Saat kita tersesat dan mulai merasa hancur, barulah kita berseru-seru meminta pertolongan. Kita seringkali bersikukuh, kita mampu menemukan jalan keluar dan mampu menyelesaikan semuanya sendirian.
Namun, dengan sabar Yesus tetap mendampingi dan memegang erat tangan kita. Dengan lembut Yesus berbisik "anakKu, Aku sangat mengasihimu, maukah engkau menyerahkan hidupmu padaKu?" Apa yang akan kita lakukan terhadap panggilanNya? Maukah kita menjawab 'Ya, Tuhan" dan mau membuka pintu untuk-Nya? Ia mengetuk pintu hati kita, ruangan pribadi yang selalu kita kunci dan tutup rapat. Seluruh isi hati kita yang terdalam, Tuhan tahu, Tuhan mengerti dan Tuhan ingin kita membuka hati untuk-Nya.
Mungkin kita takut untuk menyerahkan seluruh hidup kita pada-Nya karena kita lupa bahwa pemilik sebenarnya dari kehidupan adalah Dia. Seolah-olah kita tidak ingin untuk kehilangan kebebasan kita karena kita merasa kuat dan mampu. Tetapi justru saat kita mau untuk belajar membuka hati dan menyerahkannya ke Tuhan, maka kita akan mengalami perubahan yang luar biasa. Sekalipun kita tidak bisa berpindah secara tiba-tiba dari labirin masalah, saat kita berserah pada-Nya, Ia akan menguatkan dan menopang kita. Tentunya Ia akan menuntun kita dan menjadi pemandu kita.
Dengan kehadiran-Nya, labirin yang seolah tak berujung, membuat frustasi, dan penuh jalan buntu ini akan menjadi labirin yang menarik dan dapat dinikmati, karena satu alasan sederhana: cinta; Yesus telah berkorban dengan cara yang sangat menyakitakan untuk menyelamatkan kita. Jadi tidak mungkin Ia meninggalkan kita tersesat dalam labirin besar. Bahkan Yesus mampu menenangkan badai yang bergelora hanya dengan sepatah kata, Masihkah kita akan bingung dan marah ditengah labirin?
Kehidupan tidak akan pernah lepas dari masalah. Bahkan, masalah akan selalu datang menghampiri kita. Lalu apa yang akan kita lakukan? Maukah kita berseru dan meminta pertolongan dari-Nya? Seperti Daud di Mazmur 18;6 "Ketika aku alam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya." Sekalipun seringkali doa-doa kita tidak didengar dan tidak dijawab tetapi Tuhan selalu ada. Maukah kita membuka lebar-lebar pintu hati kita untuk-Nya?
Sumber: Recharge November 2015
Semoga Bermanfaat
Tuhan Memberkati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar