aku pelan-pelan berusaha move on, seiring berjalannya waktu menunggu dia yang tak kunjung datang,
aku pelan-pelan memahami maksud Tuhan mempertemukan aku dengan Twin Flameku,
Pelan-pelan tapi tetap dilakukan pasti membuahkan hasil kok, contohnya:
Awal bulan Mei ketika 2minggu tidak bertemu dan tidak mendengar kabar apapun tentangnya, aku cemas, overthinking memikirkan apakah dia baik-baik saja. Lalu ketika aku melihat dia di Instastory temannya dan dia sedang berbahagia, aku pun turut berbahagia meski dia bahagia tanpa aku.
Wah ternyata aku bisa ada di titik ini. ternyata usahaku ngga stagnan atau gini-gini aja. Namun bukan berarti aku tidak bisa sedih karenanya, masih bisa dong, apalagi ketika aku rindu tapi tak bisa mengatakannya, apalagi ketika aku ingin menanyakan kabarnya tapi tak bisa bertanya. Mengapa? Karena aku dilarang menaruh perhatian padanya, dan peraturan itu belum dicabut sampai sekarang.
Perih ini perlahan-lahan kering dan diakhiri,
supaya aku bisa memulai kisah dengan yang sejati, entah segera atau kelak.