Minggu, 28 September 2014

Lirik Bendera-Coklat

Bendera

Biar saja ku tak sehebat matahari         
Tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
Biar saja ku tak setegar batu karang
Tapi selalu ku coba tuk melindungimu

musik : A Bm C#m D

Biar saja ku tak seharum bunga mawar
Tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu

Biar saja ku tak seelok langit sore
Tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

Ku pertahankan kau demi kehormatan bangsa
Ku pertahankan kau demi tumpah darah
Semua pahlawan-pahlawanku

* Merah putih teruslah kau berkibar
   Di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini
   Merah putih teruslah kau berkibar

Di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
Merah putih teruslah kau berkibar
 Ku akan selalu menjagamu

Nyanyian Angsa W.S Rendra

Nyanyian Angsa
karya W.S Rendra

Majikan rumah pelacuran berkata kepadanya:
“Sudah dua minggu kamu berbaring.
Sakitmu makin menjadi.
Kamu tak lagi hasilkan uang.
Malahan kapadaku kamu berhutang.
Ini beaya melulu.
Aku tak kuat lagi.
Hari ini kamu harus pergi.”

(Malaikat penjaga Firdaus.
Wajahnya tegas dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Maka darahku terus beku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang sengsara.
Kurang cantik dan agak tua).

Jam dua-belas siang hari.
Matahari terik di tengah langit.
Tak ada angin. Tak mega.
Maria Zaitun ke luar rumah pelacuran.
Tanpa koper.
Tak ada lagi miliknya.
Teman-temannya membuang muka.
Sempoyongan ia berjalan.
Badannya demam.
Sipilis membakar tubuhnya.
Penuh borok di klangkang
di leher, di ketiak, dan di susunya.
Matanya merah. Bibirnya kering. Gusinya berdarah.
Sakit jantungnya kambuh pula.
Ia pergi kepada dokter.
Banyak pasien lebih dulu menunggu.
Ia duduk di antara mereka.
Tiba-tiba orang-orang menyingkir dan menutup hidung mereka.
Ia meledak marah
tapi buru-buru jururawat menariknya.
Ia diberi giliran lebih dulu
dan tak ada orang memprotesnya.
“Maria Zaitun,
utangmu sudah banyak padaku,” kata dokter.
“Ya,” jawabnya.
“Sekarang uangmu brapa?”
“Tak ada.”
Dokter geleng kepala dan menyuruhnya telanjang.
Ia kesakitan waktu membuka baju
sebab bajunya lekat di borok ketiaknya.
“Cukup,” kata dokter.
Dan ia tak jadi mriksa.
Lalu ia berbisik kepada jururawat:
“Kasih ia injeksi vitamin C.”
Dengan kaget jururawat berbisik kembali:
“Vitamin C?
Dokter, paling tidak ia perlu Salvarzan.”
“Untuk apa?
Ia tak bisa bayar.
Dan lagi sudah jelas ia hampir mati.
Kenapa mesti dikasih obat mahal
yang diimport dari luar negri?”

(Malaikat penjaga Firdaus.
Wajahnya iri dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Aku gemetar ketakutan.
Hilang rasa. Hilang pikirku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang takut dan celaka.)

Jam satu siang.
Matahari masih dipuncak.
Maria Zaitun berjalan tanpa sepatu.
Dan aspal jalan yang jelek mutunya
lumer di bawah kakinya.
Ia berjalan menuju gereja.
Pintu gereja telah dikunci.
Karna kuatir akan pencuri.
Ia menuju pastoran dan menekan bel pintu.
Koster ke luar dan berkata:
“Kamu mau apa?
Pastor sedang makan siang.
Dan ini bukan jam bicara.”
“Maaf. Saya sakit. Ini perlu.”
Koster meneliti tubuhnya yang kotor dan berbau.
Lalu berkata:
“Asal tinggal di luar, kamu boleh tunggu.
Aku lihat apa pastor mau terima kamu.”
Lalu koster pergi menutup pintu.
Ia menunggu sambil blingsatan dan kepanasan.
Ada satu jam baru pastor datang kepadanya.
Setelah mengorek sisa makanan dari giginya
ia nyalakan crutu, lalu bertanya:
“Kamu perlu apa?”
Bau anggur dari mulutnya.
Selopnya dari kulit buaya.
Maria Zaitun menjawabnya:
“Mau mengaku dosa.”
“Tapi ini bukan jam bicara.
Ini waktu saya untuk berdo’a.”
“Saya mau mati.”
“Kamu sakit?”
“Ya. Saya kena rajasinga.”
Mendengar ini pastor mundur dua tindak.
Mukanya mungkret.
Akhirnya agak keder ia kembali bersuara:
“Apa kamu – mm – kupu-kupu malam?”
“Saya pelacur. Ya.”
“Santo Petrus! Tapi kamu Katolik!”
“Ya.”
“Santo Petrus!”
Tiga detik tanpa suara.
Matahari terus menyala.
Lalu pastor kembali bersuara:
“Kamu telah tergoda dosa.”
“Tidak tergoda. Tapi melulu berdosa.”
“Kamu telah terbujuk setan.”
“Tidak. Saya terdesak kemiskinan.
Dan gagal mencari kerja.”
“Santo Petrus!”
“Santo Petrus! Pater, dengarkan saya.
Saya tak butuh tahu asal usul dosa saya.
Yang nyata hidup saya sudah gagal.
Jiwa saya kalut.
Dan saya mau mati.
Sekarang saya takut sekali.
Saya perlu Tuhan atau apa saja
untuk menemani saya.”
Dan muka pastor menjadi merah padam.
Ia menuding Maria Zaitun.
“Kamu galak seperti macan betina.
Barangkali kamu akan gila.
Tapi tak akan mati.
Kamu tak perlu pastor.
Kamu perlu dokter jiwa.”

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya sombong dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Aku lesu tak berdaya.
Tak bisa nangis. Tak bisa bersuara.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang lapar dan dahaga.)

Jam tiga siang.
Matahari terus menyala.
Dan angin tetap tak ada.
Maria Zaitun bersijingkat
di atas jalan yang terbakar.
Tiba-tiba ketika nyebrang jalan
ia kepleset kotoran anjing.
Ia tak jatuh
tapi darah keluar dari borok di klangkangnya
dan meleleh ke kakinya.
Seperti sapi tengah melahirkan
ia berjalan sambil mengangkang.
Di dekat pasar ia berhenti.
Pandangnya berkunang-kunang.
Napasnya pendek-pendek. Ia merasa lapar.
Orang-orang pergi menghindar.
Lalu ia berjalan ke belakang satu retoran.
Dari tong sampah ia kumpulkan sisa makanan.
Kemudian ia bungkus hati-hati
dengan daun pisang.
Lalu berjalan menuju ke luar kota.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya dingin dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Yang Mulya, dengarkanlah aku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur lemah, gemetar ketakutan.)

Jam empat siang.
Seperti siput ia berjalan.
Bungkusan sisa makanan masih di tangan
belum lagi dimakan.
Keringatnya bercucuran.
Rambutnya jadi tipis.
Mukanya kurus dan hijau
seperti jeruk yang kering.
Lalu jam lima.
Ia sampai di luar kota.
Jalan tak lagi beraspal
tapi debu melulu.
Ia memandang matahari
dan pelan berkata: “Bedebah.”
Sesudah berjalan satu kilo lagi
ia tinggalkan jalan raya
dan berbelok masuk sawah
berjalan di pematang.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya tampan dan dengki
dengan pedang yang menyala
mengusirku pergi.
Dan dengan rasa jijik
ia tusukkan pedangnya perkasa
di antara kelangkangku.
Dengarkan, Yang Mulya.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang kalah.
Pelacur terhina).

Jam enam sore.
Maria Zaitun sampai ke kali.
Angin bertiup.
Matahari turun.
Haripun senja.
Dengan lega ia rebah di pinggir kali.
Ia basuh kaki, tangan, dan mukanya.
Lalu ia makan pelan-pelan.
Baru sedikit ia berhenti.
Badannya masih lemas
tapi nafsu makannya tak ada lagi.
Lalu ia minum air kali.

(Malaekat penjaga firdaus
tak kau rasakah bahwa senja telah tiba
angin turun dari gunung
dan hari merebahkan badannya?
Malaekat penjaga firdaus
dengan tegas mengusirku.
Bagai patung ia berdiri.
Dan pedangnya menyala.)

Jam tujuh. Dan malam tiba.
Serangga bersuiran.
Air kali terantuk batu-batu.
Pohon-pohon dan semak-semak di dua tepi kali nampak tenang
dan mengkilat di bawah sinar bulan.
Maria Zaitun tak takut lagi.
Ia teringat masa kanak-kanak dan remajanya.
Mandi di kali dengan ibunya.
Memanjat pohonan.
Dan memancing ikan dengan pacarnya.
Ia tak lagi merasa sepi.
Dan takutnya pergi.
Ia merasa bertemu sobat lama.
Tapi lalu ia pingin lebih jauh cerita tentang hidupnya.
Lantaran itu ia sadar lagi kegagalan hidupnya.
Ia jadi berduka.
Dan mengadu pada sobatnya
sembari menangis tersedu-sedu.
Ini tak baik buat penyakit jantungnya.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya dingin dan dengki.
Ia tak mau mendengar jawabku.
Ia tak mau melihat mataku.
Sia-sia mencoba bicara padanya.
Dengan angkuh ia berdiri.
Dan pedangnya menyala.)

Waktu. Bulan. Pohonan. Kali.
Borok. Sipilis. Perempuan.
Bagai kaca
kali memantul cahaya gemilang.
Rumput ilalang berkilatan.
Bulan.

Seorang lelaki datang di seberang kali.
Ia berseru: “Maria Zaitun, engkaukah itu?”
“Ya,” jawab Maria Zaitun keheranan.
Lelaki itu menyeberang kali.
Ia tegap dan elok wajahnya.
Rambutnya ikal dan matanya lebar.
Maria Zaitun berdebar hatinya.
Ia seperti pernah kenal lelaki itu.
Entah di mana.
Yang terang tidak di ranjang.
Itu sayang. Sebab ia suka lelaki seperti dia.
“Jadi kita ketemu di sini,” kata lelaki itu.
Maria Zaitun tak tahu apa jawabnya.
Sedang sementara ia keheranan
lelaki itu membungkuk mencium mulutnya.
Ia merasa seperti minum air kelapa.
Belum pernah ia merasa ciuman seperti itu.
Lalu lelaki itu membuka kutangnya.
Ia tak berdaya dan memang suka.
Ia menyerah.
Dengan mata terpejam
ia merasa berlayar
ke samudra yang belum pernah dikenalnya.
Dan setelah selesai
ia berkata kasmaran:
“Semula kusangka hanya impian
bahwa hal ini bisa kualami.
Semula tak berani kuharapkan
bahwa lelaki tampan seperti kau
bakal lewat dalam hidupku.”
Dengan penuh penghargaan lelaki itu memandang kepadanya.
Lalu tersenyum dengan hormat dan sabar.
“Siapakah namamu?” Maria Zaitun bertanya.
“Mempelai,” jawabnya.
“Lihatlah. Engkau melucu.”
Dan sambil berkata begitu
Maria Zaitun menciumi seluruh tubuh lelaki itu.
Tiba-tiba ia terhenti.
Ia jumpai bekas-bekas luka di tubuh pahlawannya.
Di lambung kiri.
Di dua tapak tangan.
Di dua tapak kaki.
Maria Zaitun pelan berkata:
“Aku tahu siapa kamu.”
Lalu menebak lelaki itu dengan pandang matanya.
Lelaki itu menganggukkan kepala: “Betul. Ya.”

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya jahat dan dengki
dengan pedang yang menyala
tak bisa apa-apa.
Dengan kaku ia beku.
Tak berani lagi menuding padaku.
Aku tak takut lagi.
Sepi dan duka telah sirna.
Sambil menari kumasuki taman firdaus
dan kumakan apel sepuasku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur dan pengantin adalah saya


Lirik Angel-Westlife

Angel

Spend all your time waiting
for that second chance
for a break that would make it okay
there's always one reasonto feel not good enoughand it's hard at the end of the day
I need some distraction
oh beautiful release
memory seeps from my veinslet me be empty
and weightless and maybe
I'll find some peace tonight
in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverieyou're in the arms of the angel
may you find some comfort there
so tired of the straight line
and everywhere you turn
there's vultures and thieves at your backand the storm keeps on twisting
you keep on building the lie
that you make up for all that you lack
it don't make no difference
escaping one last timeit's easier to believe in this sweet madness ohthis glorious sadness that brings me to my knees
in the arms of an angel
fly away from here
from this dark cold hotel room
and the endlessness that you fear
you are pulled from the wreckage
of your silent reverieyou're in the arms of the angelmay you find some comfort there
you're in the arms of the angelmay you find some comfort here


Lirik Lagu Batak Alusi Au

Alusi Au

Maragam-ragam do anggo sitta-sitta di hita manisia
Marasing-asing do pangidoan, diganup-ganup jolma
Hamoraon hagabeon hasangapon ido diluluin na de ba
Di na deba asal ma tarbarita goarna tahe

Anggo di au tung asing do sitta sitta asing pangidoakku
Mancai ambar pe unang pola mangitcar hamu tahe di au
Sasude na na hugoari ida da i saut di au
Sitta-sitta di au tung asing situtu do tahe

Tung holong ni roham i sambingdo, na hupaima-ima
Tung denggan ni basam basam-i do nah u parsitta-sitta
Asi ni roham ma ito unang loas au maila
Beha roham, dok ma hatam, alu si au

Alu, si auuuuuuuuuuuuuuuu 2x

Sabtu, 27 September 2014

Lirik Kita Bisa

 Kita Bisa

Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

Aku di sini kau di sana, tak menghalangi jiwa kita
Dalam hangatnya sang mentari satukan jiwa dan hati
Berpegang tangan dalam mimpi yang sama
Dan tunjukkan kepada dunia

Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!

Wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

Menang kalah bukan masalah
Persahabatanlah yang terhebat
Senyuman hangat takkan terlupakan
Dan tunjukkan kepada dunia

Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Kita bisa, kita pasti bisa
Kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Kita pasti bisa, kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Kita pasti bisa, kita akan raih bintang-bintang
Kita bisa jadi yang terdepan
Bersatu bersama dalam satu irama
Terbang meraih kejayaan, kita bisa!

Wae wa e o, wae wa e o

HAMSTER CHAMPBELL

Hamster Champbell

Jika Anda memilih hamster jenis Campbell untuk dipelihara, mungkin Anda akan sering mendapatkan bayi hamster. Hamster campbell bisa melahirkan 6-8 ekor bayi sekali melahirkan. Mungkin beberapa dari Anda ada yang masih belum tahu bagaimana cara memelihara hamster pada saat melahirkan. Bukan hal yang tidak mungkin bayi hamster akan mati karena dimakan oleh induknya sendiri. Berikut ini merupakan tips agar bayi atau anak hamster selamat.

1. Setelah induk hamster terlihat sedang mengandung, sebaiknya induk jantan dipisah, apalagi setelah induk betina melahirkan. Meskipun banyak sumber yang mengatakan induk jantan juga akan merawat anak hamster, tetapi tidak ada jaminan. Justru akan besar kemungkinan anak hamster dimakan oleh induk jantan.

2. Jangan menyentuh anak hamter menggunakan tangan Anda, karena hal tersebut dapat menyebabkan anak hasmter berbeda bau sehingga induk hamster akan menganggap anaknya sebagai musuh. Jika terpaksa memegang, peganglah dengan menggunakan sarung tangan yang tidak berbau.

3. Usahakan kandang hamter jangan terlalu besar dan luas. Agar induk betina konsentrasi mengurus bayi hamster. Selain itu, taruh kandang di tempat yang jarang dilalui orang.

4. Siapkan makanan yang cukup dan jangan hanya 1 macam, biar memenuhi gizi ibu hamster. Selain makanan pokok, Anda dapat memberikan taoge, tablet susu, jelly strawberry, vitamin, dan apel.Oiya, botol minumnya juga jangan samapi kosong yah...Kasian induk hamsternya kehausan. 

Sekian dulu postingan dariku, semoga bermanfaat. Thanks.

TIPS SEHAT NASI ENAK

TIPS SEHAT NASI ENAK

"Mitos turun temurun, bila dicuci sangat bersih menyebabkan nasi tak gampang basi"

Cara tersebut justru mengurangi kandungan vitamin B1 yang berguna bagi tubuh. Cara baik memcuci beras cukup dengan dua kali pencucian. "Paling maksimal cukup 3 kali dibilas dengan air"

Kandungan Vitamin B1 pada beras:
  • 0,2850 mg (sebelum dicuci)
  • 0,1560 mg (setelah 2x pencucian tanpa digosok)
Pria dewasa membutuhkan 1,22 mg vitamin B1/hari
Wanita membutuhkan 1,03 mg vitamin B1/hari

Bahaya dari Kadmium, Lead, Mercure yang biasanya terdapat pada rice cooker:

Pada orang dewasa:
Kadmium : Melemahkan sistem imun
Lead : Gangguan kesuburan
Mercure : Penurunan Libido

Pada anak-anak:
Kadmium : Menurunkan sistem imun
Lead : Kesulitan belajar, hiperaktif
Mercure : Kerusakan otak

Material yang mengandung:
Kadmium : Pisau, bahan metal
Lead : Cat, bahan anti pecah
Mercure : Karet

Sekian dulu postingan dariku, semoga bermanfaat...

Lirik Ceria J-Rock

Ceria J-Rock

Hari Ini Kudendangkan
Lagu Yang Ingin Kunyanyikan
Terkenang Semua Kenangan
Yang Tlah Ku Alami

Ingin Ku Buka Lembar Baru
Untuk Meneruskan Hidupku
Tak Mau Lagi Kesedihan
Slimuti Diriku

Hari Ini Kudendangkan
Lagu Yang Ingin Kunyanyikan
Terkenang Semua Kenangan
Yang Tlah Ku Alami

Reff:   Menari Dan Terus
          Bernyanyi Mengikuti 
        Irama Sang Mentari 
            Tertawa Dan Slalu Ceria
             Berikan Ku Arti Hidup Ini 

Back To Reff 2X

Jumat, 26 September 2014

Lirik Let it Go-Demi Lovato

Let it Go

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door

The snow glows white on the mountain tonight,
Not a footprint to be seen.
A kingdom of isolation and it looks like I'm the queen.
The wind is howling like this swirling storm inside.
Couldn't keep it in, Heaven knows I tried.

Don't let them in, don't let them see,
Be the good girl you always have to be.
Conceal, don't feel, don't let them know.
Well, now they know.

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand and here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

It's funny how some distance makes everything seem small
And the fears that once controlled me can't get to me at all.
Up here in the cold thin air I finally can breathe.
I know I left a life behind but I'm too relieved to grieve.

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand, and here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway

Standing frozen
In the life I've chosen.
You won't find me.
The past is all behind me
Buried in the snow.

Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand, and here I'll stay
Let it go, let it go
The cold never bothered me anyway, yeah, whoa
(Na na, na na, na na na na) [4x]
Let it go yeah
Na, na.
Here I stand.
Let it go, let it go, oh
Let it go.